أصيب بمرض الإيدز وقرر الأطباء أن عمره في هذه الحياة قصير جدًّا فهل له توبة
س – إنسان أصيب بمرض الإيدز وقرر الأطباء أن عمره في هذه الحياة قصير جدًّا فما الحكم في توبته في هذا الوقت؟
ج – عليه أن يبادر بالتوبة ولو في لحظة الموت لأن باب التوبة مفتوح مهما كان ما دام عقله معه، وعليه أن يبادر بالتوبة
والحذر من المعاصي ولو قالوا إن عمرك قصير فالأعمار بيد الله وقد يخطئ ظنهم فيعيش طويلاً. وعلى كل تقدير فالواجب البدار بالتوبة والصدق في ذلك حتى يتوب الله عليه لقول الله تعالى: {وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [النور: 31] (1) وقوله سبحانه: {وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى} [طه: 82] (2) وقول النبي صلى الله عليه وسلم: «إن الله يقبل توبة العبد ما لم يغرغر» . والمعنى ما لم يتغرغر بها الإنسان ويزول شعوره. والله المستعان
[Ia terkena penyakit AIDS dan para dokter menyatakan bahwa umurnya sangat pendek, apakah ia masih bisa bertobat?]
Pertanyaan
Seseorang terkena penyakit AIDS, dan para dokter menyatakan bahwa umur hidupnya sangat pendek. Apa hukum taubatnya dalam kondisi seperti ini?
Jawaban (dari Syaikh Ibn Baz rahimahullah)
Ia wajib segera bertaubat, meskipun hanya tinggal sesaat sebelum kematian, karena pintu taubat tetap terbuka selama akalnya masih menyertainya. Ia harus segera bertaubat dan menjauhi maksiat, meskipun mereka (para dokter) mengatakan bahwa umurnya pendek, karena umur itu ada di tangan Allah dan bisa saja mereka keliru dalam prediksi mereka, sehingga ia hidup lebih lama.
Bagaimanapun keadaannya, yang wajib adalah segera bertaubat dan bersungguh-sungguh dalam taubatnya, agar Allah menerima taubatnya. Sebagaimana firman Allah Ta‘ala (yang artinya),
“Bertaubatlah kalian semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian beruntung.” QS. An-Nur: 31
Dan firman-Nya Subhanahu wa Ta‘ala (yang artinya),
“Sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi siapa yang bertobat, beriman, beramal saleh, kemudian tetap berada di jalan yang benar.” QS. Taha: 82
Serta sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya),
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama belum sampai tenggorokannya (sebelum sekarat).”
Artinya: selama ruh belum sampai ke tenggorokan dan kesadaran belum hilang, taubat masih diterima. Dan hanya kepada Allah-lah kita memohon pertolongan.
Sumber: Fatawaa ‘aajilah lii mansuubis shihhah





