JANGAN PUTUS ASA KETIKA GAGAL DAN JANGAN SOMBONG KETIKA BERHASIL

oleh -1063 Dilihat
oleh

Di antara fenomena hidup yang kita hadapi adalah keberhasilan dan kegagalan.

Sebagaimana yang telah diketahui bahwa agama Islam datang sebagai agama yang sempurna, membimbing manusia dalam segala problematika kehidupan yang mereka hadapi. Di antarannya adalah bagaimana sikap seorang muslim ketika menghadapi kesuksesan dan kegagalan.

Di dalam surat Al Hadid ayat 22-23 Allah berfirman,

[ما أصاب من مصيبة في الأرض ولا في أنفسكم إلا في كتاب من قبل أن نبرأها إن ذلك على الله يسير * لكي لا تأسوا على ما فاتكم ولا تفرحوا بما آتاكم والله لا يحب كل مختال فخور]

“Tidak ada suatu bencana pun yang terjadi di muka bumi ini atau bencana yang menimpamu kecuali semua itu telah tertulis dalam Kitab (lauhul mahfuzh) sebelum Kami menciptakan (seluruh makhluk). Sesungguhnya hal itu sangatlah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) agar kalian tidak bersedih atas apa yang kalian terluput darinya, dan agar kalian tidak terlalu gembira (sombong) terhadap apa yang diberikan-Nya kepada kalian. Dan Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.”

Berkata Asy Syaikh As Sa’di rahimahullah, “Allah subhanahu wa ta’ala memberitakan secara umum tentang keputusan dan taqdir-Nya, Ia berfirman (yang artinya), ”Tidak ada suatu bencana pun yang terjadi di muka bumi ini atau bencana yang menimpamu.” Ini mencakup segala suatu yang menimpa makhluk, yang berbentuk kebaikan atau yang berbentuk kejelekan, semuanya telah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh. Dan ini merupakan hal yang tidak bisa terpikirkan oleh akal, tetapi hal itu sangatlah mudah bagi Allah. Dan Allah mengkabarkan hal tersebut (yakni segala suatu telah ditakdirkan) agar kaidah ini terpatri pada diri-diri para hamba.

Kemudian setelah terpatri kaidah ini, Allah mulai menjelaskan bahwa hendaknya mereka (para hamba) jangan bersedih atas apa yang mereka terluput darinya, berupa hal-hal yang mereka ingin untuk mendapatkannya, karena mereka mengetahui bahwa semua itu telah tertulis dalam Lauhul Mahfuzh, yang pasti tejadi dan tidak dapat dihindari.

Allah juga menjelaskan agar jangan sekali-kali bergembira yang sifatnya berbentuk kesombongan, hal ini karena mereka mengetahui bahwa semua itu semata-mata ia dapatkan karena pemberian Allah kepadanya, sehingga ia sibuk bersyukur kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

Kemudian Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.”  Ia sombong, merasa bangga terhadap dirinya, tidak mengakui nikmat Allah, dan menyandarkan kenikmatan yang ia dapatkan kepada dirinya sebagaimana firman Allah,

(ثم إذا خولناه نعمة منا قال إنما أوتيته على علم بل هي فتنة ولكن أكثر الناس لا يعلمون) الزمر 49

“Kemudian apabila telah Kami berikan padanya kenikmatan sebagai bentuk anugerah, dia berkata ‘Sesungguhnya aku diberi kenikmatan hanyalah karena kepintaranku.’ Ketahuilah bahwa itu sebenarnya adalah ujian, tetapi kebanyakan manusia tidak menyadarinya.” )QS. Az Zumar: 49(

Dalam ayat ini terdapat pelajaran yang harus kita tanamkan dengan sebenar benarnya pada diri kita. Yaitu segala yang terjadi pada diri kita, segala suatu yang kita alami, begitu pula segala nasib kita bahkan segala suatu yang terjadi di muka bumi ini, telah Allah tetapkan, dan telah tertulis di lauhul mahfuzh. Bagaimana pun hasil usaha kita, itu semua telah ditetapkan oleh Allah, semua takdir berada di tangan-Nya. Sehingga, sudah sepatutnya bagi kita untuk banyak banyak meminta pertolongan kepada-Nya.

Jangan putus asa ketika belum berhasil karena Allah memerintahkan agar jangan berputus asa, di tangan-Nyalah segala takdir. Banyak banyaklah memimita pertolongan kepada Nya, Dialah yang menjadikan kita berhasil atau gagal.

Dan jangan sombong ketika meraih kesuksesan, karena itu semua hanyalah pemberian dari-Nya semata. Ia bisa memberi, Ia juga bisa mengambilnya kembali.

Teruslah mencoba kalau belum berhasil dan bersyukurlah ketika engkau diberi keberhasilan.

Sumber: Tafsir As Sa’di hlm. 842

No More Posts Available.

No more pages to load.