Adab: Dengan dibaca fathah (huruf ‘a’) pada hamzah dan dal, merupakan masdar (kata benda dari kata kerja) dari kata aduba ar-rajul (seorang pria beradab), artinya: dia menjadi beradab dalam akhlak atau ilmu.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath berkata, “Adab adalah menerapkan apa yang terpuji dalam perkataan dan perbuatan, yaitu mengambil akhlak mulia. Ini adalah petunjuk yang dengannya Allah menyempurnakan Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berfirman,

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4). Aisyah radhiyallahu ‘anha menggambarkannya dengan perkataannya, “Akhlak beliau adalah Al-Quran.” (HR. Muslim: 746).”

Firman Allah Ta‘ala, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian batalkan sedekah kalian dengan mengungkit-ungkit pemberian dan menyakiti (perasaan orang)…“

Ada yang bertanya kepada Fadhilatusy Syaikh (Muhammad bin Shalih Al Utsaimin) tentang hukum gambar? Hukum memiliki gambar? Dan hukum…

Tidak diragukan lagi, salat adalah penyejuk mata bagi para pecinta, kelezatan jiwa bagi orang-orang yang bertauhid, tolak ukur keadaan orang-orang yang jujur, dan timbangan bagi keadaan para penempuh jalan-Nya. Salat adalah rahmat dari Allah Ta’ala yang dihadiahkan kepada para hamba-Nya. Allah Ta’ala tunjukkan dan perkenalkan kepada mereka sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan, agar mereka meraih derajat mulia dan kemenangan dengan berada dekat kepada-Nya.