Salafy Majalengka

Banyak manusia yang tenggelam dalam kehidupan yang menipu, kehidupan yang diumpamakan seperti tanaman yang subur kemudian kering dan kemudian hancur, dengan waktu yang singkat. Allah ta’ala berfirman,……

engutusan Hamzah bin ‘Abdul- Muthallib

Kemudian beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam) mengutus pamannya, Hamzah Radhiyallahu ‘anhu, bersama tiga puluh orang penunggang kuda dari kaum Muhajirin (tidak ada seorang pun dari kaum Anshar) menuju tepi pantai. Di sana, mereka bertemu dengan Abu Jahal bin Hisyam dan pasukannya yang berjumlah sekitar tiga ratus orang. Tetapi, Majdi bin ‘Amr Al-Juhani menghalangi keduanya karena ia memiliki perjanjian damai dengan kedua belah pihak.

  Pengutusan Ubaidah bin al-Harits bin al-Muththalib

Beliau (Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam) juga mengutus Ubaidah bin Al-Harits bin Al-Muththalib pada bulan Rabiul Akhir, bersama enam puluh atau delapan puluh orang penunggang kuda dari kaum Muhajirin juga, menuju sebuah mata air di Hijaz di bagian bawah Tsaniyyah Al-Murrah. Mereka bertemu dengan pasukan besar dari kaum Quraisy yang dipimpin oleh Ikrimah bin Abu Jahal, dan ada yang mengatakan bahwa yang memimpin adalah Mikraz bin Hafsh.

Tidak ada yang serupa bagi Allah subhanahu wa ta’ala sesuatu apapun dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Asy-Syura: 11)

Di sini Allah subhanahu wa ta’ala telah memberitakan kepada kita semua bahwa tidaklah ada yang serupa dengan Allah subhanahu wa ta’ala sesuatu apa pun dari makhluk- makhluk-Nya.

Maka rusaklah pemahaman orang-orang yang menyerupakan Allah subhanahu wa ta’ala dengan makhluk (kaum musyabbihah). Karena telah jelas dan gamblang dari ayat tersebut, bahwa orang yang masih memiliki hati dan akal yang sehat akan mudah dalam menerima dan memahami ayat tersebut.

Setelah Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam menetap di kota Madinah di tengah-tengah kaum Anshar dan mereka berjanji akan……..

Termasuk dari mazhab Ahlul Hadits adalah keyakinan bahwa iman itu mencakup ucapan, perbuatan, dan pengenalan (ma‘rifah); ia bertambah dengan ketaatan dan berkurang karena maksiat.

Muhammad bin ‘Ali bin Al-Hasan bin Syaqiq berkata, “Aku pernah bertanya kepada Abu ‘Abdillah Ahmad bin Hanbal rahimahullah tentang makna bertambah dan berkurangnya iman.”

Islam adalah agama yang mengajarkan keteraturan, keseimbangan, dan keharmonisan antara manusia dengan lingkungannya. Ketika manusia hidup dalam keadaan ketaatan kepada Allah, maka keberkahan akan Allah turunkan dari langit dan bumi. Namun sebaliknya, jika manusia justru durhaka dan terjerumus dalam dosa serta kemaksiatan, maka akan muncul berbagai bentuk kerusakan yang dirasakan oleh semua makhluk. Berikut adalah kutipan dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah tentang dampak dari dosa dan kemaksiatan

Pertanyaan: Apa saja batasan-batasan di dalam berloyalitas kepada musuh-musuh Allah dan orang-orang yang menentang-Nya, yang apabila seorang muslim telah sampai pada batasan tersebut atau bahkan telah melewatinya, maka dia telah keluar dari Islam?