Salafy Majalengka

Dalam berbagai majelis makan—baik di masjid, acara keluarga, maupun warung—kita kerap menjumpai orang duduk berdesakan hingga “berebut” potongan makanan. Kebiasaan seperti ini tidak hanya menciptakan ketidaknyamanan, tetapi juga berpotensi memicu perselisihan kecil tentang siapa yang berhak terdekat. Padahal, Islam sangat menekankan adab makan agar setiap orang dapat menikmati rezeki dengan lapang dan penuh rasa hormat satu sama lain.

Sihir dengan berbagai macam bentuk dan metodenya adalah suatu fenomena yang tersebar di kalangan masyarakat, temasuk Indonesia, walaupun kiranya dunia sudah lebih modern dan maju, hal tersebut masih eksis hingga kini.

Lalu apa sebenarnya tanggapan Islam tentang sihir? Apakah itu realita atau hanya sebatas ilusi, banyak orang yang salah faham, sesungguhnya Islam berdiri pertengahan dalam menyikapi sihir, tidak menolaknya sama sekali, tidak pula menetapkan sihir hingga melegalkan prakteknya.

Para sahabat merupakan generasi terbaik umat ini, dan merupakan umat pilihan Allah Ta’ala yang dipilih untuk menemani Nabi-Nya dan berjuang bersamanya…

Janganlah kalian memulai salam kepada Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu mereka di jalan, maka paksalah mereka ke bagian yang paling sempit dari jalan tersebut…

Adab: Dengan dibaca fathah (huruf ‘a’) pada hamzah dan dal, merupakan masdar (kata benda dari kata kerja) dari kata aduba ar-rajul (seorang pria beradab), artinya: dia menjadi beradab dalam akhlak atau ilmu.

Ibnu Hajar dalam Al-Fath berkata, “Adab adalah menerapkan apa yang terpuji dalam perkataan dan perbuatan, yaitu mengambil akhlak mulia. Ini adalah petunjuk yang dengannya Allah menyempurnakan Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika berfirman,

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS. Al-Qalam: 4). Aisyah radhiyallahu ‘anha menggambarkannya dengan perkataannya, “Akhlak beliau adalah Al-Quran.” (HR. Muslim: 746).”