Al Iman Abu Ja’far Ath Thahawy rahimahullah berkata (menjelaskan Aqidah Ahlussunnah), “Dan kami tidak berpendapat bolehnya memberontak kepada para pemimpin kami dan para penguasa urusan kami, meskipun mereka berbuat zalim. Kami tidak mendoakan keburukan atas mereka, dan tidak pula mencabut ketaatan dari mereka. Kami memandang bahwa menaati mereka adalah bagian dari ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla yang merupakan kewajiban, selama mereka tidak memerintahkan kepada maksiat. Dan kami mendoakan mereka agar diberi kebaikan dan keselamatan.”

Dari sahabat Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan dirahmati (dikasihi).” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan At-Tirmidzi)

Diantara kandungan makna hadis ini:

Orang yang tidak menyayangi diri sendiri dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, maka dia tidak akan mendapatkan kasih sayang Allah.
Orang yang tidak menyayangi makhluk lain dengan berbagai macam cara yang baik, maka dia tidak akan mendapatkan pahala.

Pertanyaan kepada syaikh (Ibnu Utsaimin) rahimahullah, beliau ditanya tentang hukum mempelajari bahasa inggris pada masa sekarang. Beliau rahimahullah menjawab…

Ketika kaum Ansar mendapatkan kabar bahwa Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam telah keluar dari Mekah dan hendak menuju kepada mereka

Salah satu hal terpenting yang patut dilakukan oleh seorang yang bijak di masa mudanya adalah bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu

Bab: Hadis-hadis tentang keutamaannya, selain yang telah disebutkan dalam biografi Ash‑Siddiq

Riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Al‑Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika aku tertidur, aku melihat diriku berada di surga. Tiba‑tiba aku melihat seorang perempuan berwudu di samping sebuah istana. Aku bertanya, ‘Istana siapa ini?’ Mereka menjawab, ‘Milik Umar.’ Mendengar itu aku merasa cemburu, lalu aku berpaling.” Umar radhiyallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Apakah aku sampai membuatmu cemburu, wahai Rasulullah?”

Dari Muawiyah -Radhiyallahu ‘Anhu-, beliau mengatakan, “Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- bersabda, ‘Barangsiapa yang Allah inginkan baginya kebaikan