Banyak manusia yang tenggelam dalam kehidupan yang menipu, kehidupan yang diumpamakan seperti tanaman yang subur kemudian kering dan kemudian hancur, dengan waktu yang singkat. Allah ta’ala berfirman,……

Islam adalah agama yang mengajarkan keteraturan, keseimbangan, dan keharmonisan antara manusia dengan lingkungannya. Ketika manusia hidup dalam keadaan ketaatan kepada Allah, maka keberkahan akan Allah turunkan dari langit dan bumi. Namun sebaliknya, jika manusia justru durhaka dan terjerumus dalam dosa serta kemaksiatan, maka akan muncul berbagai bentuk kerusakan yang dirasakan oleh semua makhluk. Berikut adalah kutipan dari Imam Ibnul Qayyim rahimahullah tentang dampak dari dosa dan kemaksiatan

“Setiap jiwa akan merasakan kematian, dan sesungguhnya kalian akan diberikan pahala pada Hari Kiamat kelak. Maka barang siapa yang dikeluarkan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh-sungguh dia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia melainkan hanya kesenangan yang menipu.”   (QS. Ali-Imran: 185)

Masa demi masa, dosa semakin biasa, kekejian tersebar di mana-mana, disebutkan di dalam sebuah hadis, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik umat adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”…

Makhluk yang paling tertipu adalah orang yang tertipu oleh dunia dan sesuatu yang disegerakan dari dunia, lalu lebih mengutamakannya dibanding akhirat, serta rela dengan dunia daripada ahkirat sampai-sampai sebagian dari mereka berkata, “Dunia itu kontan, sedangkan akhirat itu tangguhan (sesuatu yang ditunda), dan yang kontan lebih baik daripada yang tangguhan.”

        Dan sebagian lainnya berkata, “Jagung yang didapat secara nyata lebih baik daripada mutiara yang hanya dijanjikan.”

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.