Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan kita agar kita tidak membaca kitab-kitab pemeluk agama selain islam, padahal dalam kitab-kitab tersebut tidak lepas dari adanya kebenaran,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ: أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكُتُبِ ، فَقَرَأَهُ عَلَى النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَغَضِبَ وَقَالَ: ” ‌أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً، لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ، أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا، مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتْبَعَنِي ”

    Dari Jabir bin Abdillah radhiyalahu ‘anhuma bahwasanya Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa kitab yang dia dapatkan dari sebagian ahli kitab, lalu dia membacanya di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun marah dan berkata

Dalam kitab-kitab para ulama salaf, tauhid selalu menjadi titik awal pembahasan akidah. Dalam kitab Syarh Al-Aqidah At-Thahawiyah, pertama kali yang disebut oleh penulis adalah tauhid:

 (نَقُولُ فِي تَوْحِيدِ اللَّهِ مُعْتَقِدِينَ بِتَوْفِيقِ اللَّهِ: إِنَّ اللَّهَ وَاحِدٌ لَا شَرِيكَ لَهُ).

“Kami berkata tentang tauhid kepada Allah, dalam keadaan kami meyakini dengan taufik dari Allah: Sesungguhnya Allah itu Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya,”

Ketahuilah bahwa tauhid adalah seruan pertama para rasul, dan merupakan tahap pertama dalam perjalanan menuju Allah, serta tempat pertama yang ditempati oleh seorang salik (penempuh jalan) menuju Allah. Allah Ta’ala berfirman,

لَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوۡمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓ [الأعراف: 59] 

“Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata, ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak diibadahi) bagi kalian selain-Nya.’” (QS. Al-A‘raf: 59).

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.