Dari sahabat Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan dirahmati (dikasihi).” (HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ahmad, dan At-Tirmidzi)

Diantara kandungan makna hadis ini:

Orang yang tidak menyayangi diri sendiri dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya, maka dia tidak akan mendapatkan kasih sayang Allah.
Orang yang tidak menyayangi makhluk lain dengan berbagai macam cara yang baik, maka dia tidak akan mendapatkan pahala.

Bab: Hadis-hadis tentang keutamaannya, selain yang telah disebutkan dalam biografi Ash‑Siddiq

Riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu Al‑Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ketika aku tertidur, aku melihat diriku berada di surga. Tiba‑tiba aku melihat seorang perempuan berwudu di samping sebuah istana. Aku bertanya, ‘Istana siapa ini?’ Mereka menjawab, ‘Milik Umar.’ Mendengar itu aku merasa cemburu, lalu aku berpaling.” Umar radhiyallahu ‘anhu menangis dan berkata, “Apakah aku sampai membuatmu cemburu, wahai Rasulullah?”

Dari Muawiyah -Radhiyallahu ‘Anhu-, beliau mengatakan, “Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- bersabda, ‘Barangsiapa yang Allah inginkan baginya kebaikan

  Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat setiap orang yang saling bermuamalah dengan riba bagaimanapun profesi mereka…

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.