Dan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat setiap orang yang saling bermuamalah dengan riba bagaimanapun profesi mereka…

Masa demi masa, dosa semakin biasa, kekejian tersebar di mana-mana, disebutkan di dalam sebuah hadis, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik umat adalah generasiku, kemudian generasi setelahnya, kemudian generasi setelahnya.”…

Setiap muslim wajib untuk beriman dengan seluruh yang Allah dan Rasul-Nya kabarkan, baik perkara gaib ataupun lainnya. Di antara berita yang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya kabarkan adalah bahwasanya surga dan neraka itu sudah Allah Ta’ala ciptakan sejak dahulu kala, sebelum Allah Ta’ala melakukan penciptaan.

          Al-Imam Abu Ja’far At-Thohawi rahimahullah mengatakan, “Surga dan neraka itu sudah diciptakan, keduanya tidak akan sirna selama-lamanya, dan keduanya juga tidak akan berakhir, dan sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan surga dan neraka sebelum penciptaan…”

Namun, mari kita tinjau ungkapan “menutup aurat (satr al-‘aurah)”. Apakah ungkapan ini disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an atau Sunnah dalam konteks shalat atau tidak? Jawabannya, “Tidak. Ungkapan ‘menutup aurat’ tidak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun Sunnah. Oleh karena itu, sepatutnya kita tidak menggunakan istilah-istilah kecuali yang datang dari Al-Qur’an dan Sunnah, khususnya dalam perkara-perkara seperti ini.

Seandainya seseorang mengungkapkan dengan lafaz yang berasal dari Al-Qur’an atau Sunnah, tentu itu lebih selamat. Adapun yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah firman Allah (yang artinya),

“Wahai anak-anak Adam, kenakanlah pakaian kalian  yang indah (zinah) di setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al-A‘raf: 31)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.