Salafy Majalengka

Setiap muslim wajib untuk beriman dengan seluruh yang Allah dan Rasul-Nya kabarkan, baik perkara gaib ataupun lainnya. Di antara berita yang Allah Ta’ala dan Rasul-Nya kabarkan adalah bahwasanya surga dan neraka itu sudah Allah Ta’ala ciptakan sejak dahulu kala, sebelum Allah Ta’ala melakukan penciptaan.

          Al-Imam Abu Ja’far At-Thohawi rahimahullah mengatakan, “Surga dan neraka itu sudah diciptakan, keduanya tidak akan sirna selama-lamanya, dan keduanya juga tidak akan berakhir, dan sesungguhnya Allah Ta’ala menciptakan surga dan neraka sebelum penciptaan…”

Namun, mari kita tinjau ungkapan “menutup aurat (satr al-‘aurah)”. Apakah ungkapan ini disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an atau Sunnah dalam konteks shalat atau tidak? Jawabannya, “Tidak. Ungkapan ‘menutup aurat’ tidak disebutkan dalam Al-Qur’an maupun Sunnah. Oleh karena itu, sepatutnya kita tidak menggunakan istilah-istilah kecuali yang datang dari Al-Qur’an dan Sunnah, khususnya dalam perkara-perkara seperti ini.

Seandainya seseorang mengungkapkan dengan lafaz yang berasal dari Al-Qur’an atau Sunnah, tentu itu lebih selamat. Adapun yang disebutkan dalam Al-Qur’an adalah firman Allah (yang artinya),

“Wahai anak-anak Adam, kenakanlah pakaian kalian  yang indah (zinah) di setiap (memasuki) masjid.” (QS. Al-A‘raf: 31)

Makhluk yang paling tertipu adalah orang yang tertipu oleh dunia dan sesuatu yang disegerakan dari dunia, lalu lebih mengutamakannya dibanding akhirat, serta rela dengan dunia daripada ahkirat sampai-sampai sebagian dari mereka berkata, “Dunia itu kontan, sedangkan akhirat itu tangguhan (sesuatu yang ditunda), dan yang kontan lebih baik daripada yang tangguhan.”

        Dan sebagian lainnya berkata, “Jagung yang didapat secara nyata lebih baik daripada mutiara yang hanya dijanjikan.”

Allah Ta’ala berfirman, “Katakanlah, “Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, ‘Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Maha Esa’. Barangsiapa yang mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah dia mengerjakan yang saleh dan janganlah dia mempersekutukan seorang pun dalam peribadatan kepada Tuhannya.” (QS. Al-Kahfi: 110)

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.